SELAMAT DATANG DI BLOG ADIT SAPUTRA

Jumat, 18 Januari 2013

Batu Dari Surga

Sekurang kurangnya ada 6 tempat yang paling dicari jamaah haji atau umrah sebelum dan sesudah thawaf di Ka’bah, yakni Hajar Aswad, Multazam, Maqam Ibrahim, Hijir Ismail,  Rukun Yamani, dan Sumur Zam Zam.
1- Hajar Aswad (Batu Dari Surga) 


- Asal Usul Hajar Aswad
Hajar Aswad merupakan area sempit dan tempat permulaan dan akhir thawaf. Sebelum thawaf diharuskan memberi salam (disunahkan mengusap atau menciumnya), karena itu diperebutkan jutaan orang saat berhaji atau umrah hanya sekedar untuk menciumnya. Mencium atau mengusap Hajar Aswad di musim haji penuh perjuangan yang dahsyat. Mencium Hajar Aswad bukanlah suatu

Kamis, 17 Januari 2013

Perbincangan Aliran-Aliran Theologi Tentang Anthropomorphisme

PENDAHULUAN
Sejarah menginformasikan, bahwa peristiwa wafat Nabi Saw. adalah merupakan titik awal munculnya perbedaan pendapat yang cukup tajam di kalangan umat Islam. Sehingga membawa pengaruh terhadap corak pemikiran umat Islam pada fase-fase sejarah berikutnya. Timbulnya silang pendapat tersebut bermula dari munculnya persoalan baru di sekitar masalah siapa yang bakal menggantikan Nabi saw., sebagai pemimpin kaum muslimin (Khalifah)[1]. Dari peristiwa ini  timbullah perdebatan yang bernuansa politik, yang oleh Harun Nasution menggambarkan bahwa sesungguhnya persoalan yang pertama-tama timbul di kalangan umat Islam bukanlah persoalan keyakinan melainkan persoalan politik[2]. Dari persoalan politik ini kemudian berkembang menjadi isu akidah yang cukup serius yang berekses kepada terpilah-pilahnya umat Islam kedalam beberapa aliran teologi[3].
Dengan berlalunya masa, munculah peristiwa dalam sejarah apa yang di sebut dengan “peristiwa Ali ra. Kontra Utsman ra. “ dimana timbul perdebatan sengit diantara umat Islam untuk mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah.

Islam dan Kebudayaan

Dalam literatur antropologi terdapat tiga istilah yang semakna dengan kebudayaan, yaitu culture, civilization dan kebudayaan. Arti kultur adalah memelihara, mengerjakan, atau mengolah menurut S. Takdi Alisyahbana, sedangkan menurut Soerjono Soekanto (1993:188) adalah segala daya dan kegiatan manusia untuk  mengolah dan mengubah alam.
Istilah kedua adalah sivilisasi (civilization) yang berasal dari kata vicis. Civis adalah warga negara. Sehingga S. Takdir Aksyahbana (1986: 206) menjelaskan bahwa sivilisasi berhubungan dengan kehidupan kota yang lebih progresif dan lebih halus. Dalam bahasa Indonesia, peradaban dianggap sepadan dengan kata civilization.
Pengertian kebudayaan menurut S. Takdir Alisyahbana (1986: 207-208):

Aqidah Akhlak

  1. A. Pengertian Aqidah Akhlak
    1. Pengertian Aqidah
Secara etimologis (lughat), aqidah berakar kata dari kata aqada-ya’qidu-aqdan-aqidatan. Aqdan berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh. Setelah terbentuk menjadi aqidah berarti keyakinan,[1] dapat pula diartikan (???? ) ??? berarti mengingat, menyimpulkan, menggabungkan.[2]
Sebagaimana diketahui bahwa dasar pokok utama dalam Islam adalah aqidah atau keyakinan secara etimologik, aqidah berarti credo, keyakinan hidup, dan secara khusus aqidah berarti kepercayaan dalam  hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.[3] Menurut Arifin Zainal Dzamaris, aqidah istilah suatu yang dianut oleh manusia dan diyakini apakah berwujud agama atau lainnya.[4]

Masyarakat dan Pola Hidup Masyarakat

Untuk mengetahui dengan jelas pengertian yang dimaksud sub bab tersebut di atas, maka penulis akan menguraikan secara terpisah-pisah yakni:
1. Pengertian Masyarakat
“Masyarakat” yang berarti pergaulan hidup manusia sehimpun orang yang hidup bersama dalam sesuatu tempat dengan ikatan aturan tertentu, juga berarti orang, khalayak ramai”.[1]
Menurut Hasan Sadily memberi pengertian bahwa masyarakat ialah “Kesatuan yang selalu berubah, yang hidup karena proses masyarakat yang menyebabkan terjadi proses perubahan itu”

Islam Sebagai Kritik Sosial

Islam sebagai Kritik Sosial – Sejak adanya manusia, Allah swt telah menciptakan aturan-aturan tentang tat cara bertindak baik tindakan yang berhubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia serta manusia dengan alam, namun disini akan dijelaskan masalah tentang tindakan sosial satu dengan sosial lainnya. Islam sebagai agama samawi, Islam sebagai budaya, dan Islam sebagai ilmu semakin memperkuat kita untuk dijadikan landasan untuk mengkritik apabila terjadi masalah-masalah sosial dalam sebuah lingkungan dimana tempat manusia melakukan aktivitas. Islam merupakan agama yang telah diturunkan kemudian didakwakan oleh nabi dan rasul Allah swt termasuk nabi Muhammad saw sebagai suatu kritikan terhadap apa yang terjadi pada manusia pada masing-masing zaman kenabian setiap rasul. Sebagai aturan Allah Islam telah menghapuskan berbagai bentuk kemusyrikan yang berkembang pesat dikalangan bangsa Arab dan sekitarnya. Dan menggalihkannya dengan tauhid dan panji-panji peradaban Islam yang bersendikan nilai-nilai akidah,

Apa Itu Filsafat Islam

Ketika ditanya apa itu filsafat, seorang mahasiswa menjawab singkat: filsafat itu mencari kebenaran. Dengan cara berpikir dan bertanya terus-menerus.Tentang segala hal: dari persoalan gajah sampai persoalan semut, dari soal hukum dan politik hingga soal moral dan metafisika,dari soal galaksi sampai soal bakteri. Kalau begitu, berarti filsafat itu ada dimana-mana. Memang benar, filsafat ada di Barat dan di Timur. Ada filsafat Yunani, filsafat India, filsafat Cina, filsafat Kristen, dan juga filsafat Islam. Inilah makna filsafat sebagai kearifan (sophia) dan pengetahuan (sapientia) yang dicapai manusia dengan akal pikirannya.